https://bacaberita.co.id


Copyright © bacaberita.co.id
All Right Reserved.
By : Aditya

Rumah Sunting Luncurkan Buku Sastra Gelogegh Karya Anak-Anak Kampung Bandar

Rumah Sunting Luncurkan Buku Sastra Gelogegh Karya Anak-Anak Kampung Bandar

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Toha Machsum MAg dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Masriyah menghadiri prosesi peluncuran buku Gelogegh karya anak-anak Kampung Bandar, Sabtu (22/2/2025) pada malan puncak Kenduri Bandar Senapelan di Laman Tuan Kadi.

Bacaberita.co.id, Pekanbaru – Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting meluncurkan buku antologi sastra berjudul Gelogegh, karya anak-anak Kampung Bandar, sebagai hasil dari program Literasi Konservasi. Peluncuran buku ini berlangsung pada puncak acara Kenduri Bandar Senapelan, Sabtu (22/2/2025), di Laman Tuan Kadi, Pekanbaru.

Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, menjelaskan bahwa Gelogegh merupakan kumpulan karya sastra yang ditulis anak-anak Kampung Bandar setelah mengikuti pelatihan selama hampir dua bulan dalam program Literasi Konservasi. Buku ini berisi puisi, cerpen, syair, dan naskah monolog.

"Alhamdulillah, karya yang terdokumentasikan dari kegiatan Literasi Konservasi di Kampung Bandar, Senapelan, ini adalah buku antologi sastra yang kami beri nama Gelogegh," ujar Kunni.

Kata Gelogegh diambil dari bahasa sehari-hari masyarakat Kampung Bandar yang berasal dari kata Gelegar. Nama ini dipilih dengan harapan agar seni, sastra, dan semangat anak-anak serta masyarakat Kampung Bandar dalam upaya pelestarian alam dan kearifan lokal terus menggema hingga ke berbagai penjuru, sekaligus berdampak ekonomi bagi masyarakat.

"Bukan hanya buku yang lahir dari Literasi Konservasi di Kampung Bandar ini. Ada juga karya tari, teater, serta terbentuknya sanggar seni Sanggar Bandar Serumpun. Kami berharap hasil Literasi Konservasi dapat berdampak ekonomi, apalagi sudah terbentuk sanggar. Selain buku, juga ada karya tari yang tercipta dari kegiatan ini. Tinggal menyatukan dengan paket wisata, karena Kampung Bandar adalah kota lama Pekanbaru, pusat wisata sejarah dan budaya," tambahnya.

Libatkan Puluhan Peserta

Literasi Konservasi di Kampung Bandar melibatkan puluhan peserta, mulai dari anak-anak usia 5 tahun hingga tingkat SMA, bahkan ada satu peserta mahasiswa. Selain menulis puisi, syair, cerpen, dan monolog, mereka juga tampil dalam pertunjukan seni seperti tari, teater, pembacaan puisi, monolog, dongeng, dan fashion show pakaian tradisional.

Sebagai puncak kegiatan, digelar Panggung Seni Bebudak Kampung Bandar pada 15 Februari 2025, seminggu sebelum peluncuran buku. Pertunjukan ini menampilkan teater yang dimainkan oleh Desra Alfatih, Muhammad Farhan, Habib Mar Alif, Arfa, Hari S Genzi, Tiara Syafira, Fatya Alanna Syahda, dan Bilqis Fatin Zanina. Penulis dan pembaca syair di antaranya Khaila Khairunnisa Oktaviana dan Dimas Anugerah Harfi, sementara monolog dibawakan oleh Nabila Febrinaldi. Adapun penulis dan pembaca puisi adalah Arif Rahman dan Syabrina Aprinaldi.

Peluncuran Buku dan Dukungan Masyarakat

Peluncuran Gelogegh dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, seniman, dan ratusan warga. Program Literasi Konservasi ini bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan alam serta nilai budaya melalui seni. Program ini berlangsung sejak 10 Januari hingga 22 Februari 2025 dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh dan masyarakat Kampung Bandar.

Tim pendamping Literasi Konservasi Rumah Sunting melibatkan Amrullah, Al Rakhim Sekha, Muhammad Sholeh Arshatta, Wulandari, Ridwan Habibi Nst, Hesty, Alifa Salsabila, Al Sahab, Della, Defri Gunawan, Dayang, dan Alang Khatulistiwa sebagai PIC.

Penulis buku ini terdiri dari Aleeya Sarrah Asyalka, Ameli Eza Putri, Arif Rahman, Asyifa Fitriani, Aurel Aqila Kaniya, Bilqis Fatin Zanina, Charisa Bilqis Hanifa, Dimas Anugerah Harfi, Faiqa Hafeeza Putri, Fatya Alanna Syahda, Givani Rianda Marsa, Kanaya Ramadani, Kayla Azara, Nabila Febrinaldi, Nur Sabila Atiqa Putri, Nurul Hafizah, Sabrina Aprinaldi, Saffa Ananta Kirana, Shiren Dwi Anugerah, Syafira Rumana Fhadila, Syafira Salsabila, Tasya Novriana, Tiara Syafira, Tya Ramadani, Vira Octari, dan Zafifa Riha Dzakiya.

"Terima kasih kepada para penasihat dan pendamping dari Kampung Bandar seperti H. Syahrial Idris, Desi Susanti, Rinaldy (Bang Ibet), dan Ariance yang selalu mendukung kami dalam kegiatan Literasi Konservasi sehingga buku ini benar-benar lahir di hadapan kita," kata Kunni.

Program Literasi Konservasi Sejak 2017

Program Literasi Konservasi digagas oleh Kunni Masrohanti sejak 2017 dan dijalankan bersama KSB Rumah Sunting yang berdiri sejak 2012. Sebelumnya, program ini telah menghasilkan beberapa buku sastra:

* 2018-2019: Rimbang Baling dalam Puisi (Desa Kuntu, Terusan, dan Ludai, Kampar)

* 2023: Aku Malako Kociak (Malako Kociak, Desa Tanjung Beringin)

* 2024: Ujung Bukit (Desa Tanjung Belit)

"Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang telah mengikuti pelatihan seni dan menulis selama 1,5 bulan. Meskipun peluncuran buku sudah terlaksana, bukan berarti kerja kami selesai. Masih banyak yang ingin kami kembangkan bersama masyarakat Kampung Bandar, termasuk perpustakaan kampung atau setidaknya pojok baca," tutup Kunni.

Editor : Redaksi